top of page

13 item ditemukan untuk ""

  • Kursus eLearning ‘Bagaimana Cara Membuat Bisnis yang Baik’

    Foto milik Good Business Lab Memprioritaskan kesejahteraan karyawan adalah langkah pertama menuju bisnis yang sukses. Memprioritaskan kesejahteraan pekerja bukan hanya hal yang baik - atau etis - untuk dilakukan, tetapi karena itu masuk akal secara bisnis. Tenaga kerja yang lebih bahagia dan lebih sehat adalah tenaga kerja yang lebih produktif. Tenaga kerja yang produktif lebih mungkin untuk melayani, melakukan pekerjaan terbaik mereka, dan menambah nilai bagi sebuah organisasi. Sayangnya, investasi dalam kesejahteraan pekerja tidak sesederhana itu.. Atasi masalah yang muncul ketika bisnis gagal mempertimbangkan kesejahteraan pekerja dan diskusikan mengapa mendengarkan pekerja penting di dunia bisnis dalam kursus “Bagaimana Cara Membuat Bisnis yang Baik”. Profesor Sekolah Bisnis Stephen M. Ross Universitas Michigan Achyuta Adhvaryu, Ph.D., salah satu pendiri lembaga nirlaba penelitian, Good Business Lab, akan memandu Anda melalui kursus, dan membagikan bagaimana intervensi berbasis penelitian dapat memengaruhi hasil pekerja dan bisnis. Para pemimpin dari akademisi, penelitian, bisnis, dan pekerja itu sendiri (termasuk CEO Labor Solutions Elena Fanjul-Debnam berbicara tentang pekerjaan kami dengan Shahi Exports Pvt Ltd, The Children's Place, dan Good Business Lab) berbagi perspektif mereka ditambah dengan penelitian akademis untuk membantu anda merancang intervensi kesejahteraan pekerja anda sendiri. Anda bisa mulai di https://myumi.ch/XV5Zq. Pratinjau kursus :

  • ETI + Labor Solutions Mengembangkan Modul eLearning ‘Akses untuk Pemulihan’

    Artikel ini ditulis berdasarkan kolaborasi dengan Ethical Trading Initiative dan awalnya dipublikasikan di situs mereka. Pakar industri terkemuka, Ethical Trading Initiative (ETI) dan Labor Solutions, berkolaborasi untuk merancang dan mengembangkan modul eLearning untuk mendukung brand global, pengecer, dan pemasok untuk menerapkan Prinsip Access to Remedy (Akses untuk Pemulihan) dari ETI, untuk melindungi pekerja yang rentan, dengan fokus ke pekerja migran dalam rantai pasok internasional. Access to Remedy (Akses untuk Pemulihan) adalah komponen inti dari UN Guiding Principles on Business and Human Rights (UNGPs) dan merujuk pada kesempatan pekerja untuk mengangkat isu atau masalah – termasuk melalui mekanisme pengaduan operasional (OGMs) – dan memulai remediasi. Pekerja atau pemilik hak yang terkena dampak harus dapat mengklaim pemulihan tanpa takut menjadi korban perundungan. Access to Remedy Principles dirilis oleh ETI pada tahun 2019 untuk menjembatani kesenjangan antara kenyataan yang terjadi dalam rantai pasok dan visi UNGPs. Banyak pekerja di seluruh dunia yang rentan terhadap eksploitasi di tempat kerja. Mereka rentan karena alasan yang berbeda-beda dan dengan cara yang berbeda-beda. Prinsip-prinsip ini berlaku untuk semua pekerja yang rentan, tetapi secara khusus ditujukan untuk kasus pekerja migran, yang sering menghadapi kerentanan tertentu di tempat kerja. Dikembangkan melalui konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan global, termasuk bisnis-bisnis, serikat buruh, dan LSM, 30 prinsip ini berfokus pada: Menyiapkan OGMs, yang memungkinkan pekerja untuk mengangkat isu pada setiap tahap perjalanan migrasi mereka, Kebutuhan untuk memberikan pemulihan yang tepat ketika masalah telah terjadi; dan Bagaimana keterlibatan dan kolaborasi pemaku kepentingan dapat memungkinkan pekerja mengakses hak-hak mereka secara bermakna. Untuk menerapkan Prinsip-Prinsip ini, ETI menugaskan Labor Solutions untuk mengembangkan e-Module interaktif untuk memberikan panduan langkah demi langkah kepada brand, pemasok, dan pengecer yang menggambarkan penerapan prinsip-prinsip ini melalui contoh-contoh praktis dan beberapa studi kasus. Semua sumber tersedia secara gratis dan dapat diakses melalui berbagai saluran, termasuk situs web migrantworkerremedy.org, platform keanggotaan ETI ‘ETI Community’ dan aplikasi WOVO dari Labor Solutions’ mulai 30 Mei 2022. Proyek ini didanai oleh Pemerintah Inggris melalui Modern Slavery InnovationFundmilik mereka dengan tujuan untuk membuat prinsip-prinsip ini lebih mudah diakses oleh bisnis dalam berbagai ukuran sekaligus menginspirasi mereka untuk mengambil tindakan. Tentang e-Module Dibutuhkan waktu sekitar 90 menit untuk menyelesaikan e-Module. Modul ini interaktif dan mencakup informasi dari berbagai sumber penting, bacaan yang bermanfaat, referensi, dan studi kasus dari berbagai anggota ETI termasuk ASOS, H&M Group, Very Group dan Princes Tuna Mauritius, yang membagikan kisah sukses mereka dalam menerapkan prinsip-prinsip ini. Kursus dapat diakses di sini e-Module ini mencakup 4 topik: Memahami Kerentanan Agen Pekerja dan Mekanisme Pengaduan Menyediakan Akses untuk Pemulihan Pertimbangan Utama untuk Bisnis Walaupun pengguna utama e-Module adalah brand, pemasok, dan pengecer, modul ini juga menguraikan peran dan tanggung jawab pemangku kepentingan lain dalam rantai pasok, termasuk serikat buruh, LSM local, dan pemerintah dalam memfasilitasi akses yang efektif untuk pemulihan bagi pekerja. Ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi pemangku kepentingan dan agensi pekerja dalam mencapai tujuan ini. Mengapa Anda harus menyelesaikan Modul eLearning “Seperti yang diberitakan oleh laporan terkini, kemajuan besar telah dicapai selama satu dekade terakhir dalam implementasi UNGP, tetapi masih banyak yang harus dilakukan untuk memastikan kelompok pekerja rentan memiliki akses yang lebih untuk pemulihan yang efektif. Kami berharap sumber daya yang komprehensif ini merupakan kontribusi yang berguna untuk membantu menerapkan prinsip-prinsip Access to Remedy (Akses untuk Pemulihan)” Peter McAllister, Direktur Eksekutif, ETI. “Prinsip-prinsip Access to Remedy menyediakan peta jalan yang penting untuk mewujudkan pekerjaan yang layak menjadi kenyataan. Kami berharap e-Module ini dapat membantu bisnis dalam menerapkan prinsip-prinsip yang dapat dipraktikkan dan membantu melindungi pekerja yang rentan di seluruh rantai pasok global” Elena Fanjul-Debnam, Pendiri dan CEO, Labor Solutions. Bersama-sama, ETI dan Labor Solutions mengajak bisnis-bisnis dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengambil tindakan dengan menerapkan prinsip-prinsip Access to Remedy Principles. Dengan mempelajari modul eLearning ini dan membagikannya di dalam jaringan mereka, pemangku kepentingan lainnya dapat lebih mendukung pekerja yang rentan, termasuk pekerja migran, secara global. Kursus dapat diakses di sini Ethical Trading Initiative (ETI) adalah aliansi perusahaan, serikat pekerja dan LSM terdepan yang mempromosikan untuk menghargai hak-hak pekerja di seluruh dunia. Visi kami adalah dunia di mana semua pekerja bebas dari eksploitasi dan diskriminasi, dan menikmati kondisi kebebasan, keamanan, dan kesetaraan. Labor Solutions, adalah perusahaan sosial yang didirikan, dimiliki, dan dioperasikan oleh wanita, dengan memanfaatkan teknologi untuk melibatkan, menghubungkan, dan mendidik pemangku kepentingan di seluruh rantai pasokan. Layanan dan program Labor Solutions mendorong kebutuhan infrastruktur sosial untuk mendukung perubahan yang berkelanjutan dan berharga di tempat kerja dan rantai pasokan secara global. ​Tim eLearning Labor Solutions membantu organisasi dan multi-stakeholder initiatives mendigitalkan keahlian mereka dan membuat konten tentang beragam topik, termasuk diantaranya, namun tidak terbatas pada hak asasi manusia, keselamatan dan hak pekerja, migrasi tenaga kerja, praktik dan rekrutmen bisnis yang bertanggung jawab, kesetaraan gender, dan masih banyak lagi.

  • Studi Kasus: 75% Lebih Banyak Pekerja Kembali ke Pabrik yang Menggunakan WOVO

    Setelah hampir 4 bulan ditutup, pabrik-pabrik di Vietnam berjuang untuk beroperasi kembali dan melanjutkan produksi. Hanya satu bulan setelah pemerintah mengizinkan pabrik untuk beroperasi kembali, pejabat setempat melaporkan hanya 46% dari tenaga kerja pra-pandemi yang kembali ke kawasan industri, tetapi pabrik dalam kawasan industri tersebut yang menggunakan WOVO, memiliki 100% tenaga kerja yang kembali. Photo Courtesy of ILO Asia-Pacific AIngin Kembali Bekerja, Banyak Pekerja Belum Tervaksinasi + Terisolasi Pada Oktober 2021, pemerintah Vietnam mencabut langkah-langkah ketat COVID, memungkinkan pabrik dibuka kembali jika pekerja yang kembali telah divaksinasi. Tetapi dengan hanya 29% populasi yang divaksinasi, ini adalah tugas yang menantang. Sementara sebagian besar pabrik berjuang untuk berkomunikasi dengan pekerja di luar lokasi dan mendukung mereka untuk melakukan vaksinasi dan kembali bekerja, pabrik pengguna WOVO dapat berkomunikasi langsung dengan pekerja, di mana pun mereka berada, untuk memberikan dukungan dan membuat mereka lebih cepat kembali bekerja. Hasilnya terlihat dengan jelas, pada November, pejabat pemerintah melaporkan hanya 54% pekerja yang kembali ke kawasan industri. Di kawasan industri yang sama, pabrik yang menggunakan WOVO melaporkan 95% pekerja telah kembali. Studi kasus ini menyoroti bagaimana pabrik alas kaki dengan lebih dari 11.000 karyawan berhasil beroperasi kembali dan mengatasi tantangan pekerja dalam skala besar menggunakan WOVO. Kekhawatiran Pekerja Penutupan pabrik menyebabkan kesulitan ekonomi yang sangat besar bagi para pekerja. Banyak pekerja sangat ingin kembali, tetapi dibiarkan terisolasi di kampung halaman mereka tanpa akses ke vaksinasi dan dengan demikian tidak ada kemampuan untuk kembali bekerja. Akibatnya, pabrik di Vietnam yang menggunakan WOVO mengalami peningkatan besar dalam pesan dari pekerja. 70% pesan di akhir tahun 2021, berasal dari pekerja yang khawatir mengenai; akses ke vaksin, kompensasi dari pemerintah dan pabrik untuk hari kerja yang terlewatkan karena karantina. WOVO membantu pabrik terhubung dengan pekerja yang belum kembali, menyebarkan informasi kepada semua pekerja di mana pun mereka berada dan dengan cepat memutuskan di mana dukungan tambahan diperlukan. Menginformasikan, Menanggapi + Mendukung Pekerja Pabrik-pabrik menyadari ada beberapa masalah kritis yang dihadapi oleh pekerja yang kembali dan membentuk tim yang didedikasikan untuk menanggapi pekerja + menyelesaikan masalah dalam waktu 24 jam. Dengan menggunakan fitur pengumuman perusahaan dari WOVO, manajemen pabrik dapat secara tepat waktu memberi tahu pekerja tentang pembaruan dari pemerintah dan pabrik mengenai bantuan keuangan dan dokumen yang menjadi persyaratan. Bekerjasama dengan Perwakilan Pekerja untuk Membantu Kebutuhan Finansial + Kompensasi untuk Hari Kerja yang Tertinggal karena COVID Sebagian besar pekerja khawatir tentang hilangnya pendapatan selama penutupan pabrik karena COVID. Manajemen berempati dan memahami keprihatinan, namun juga menghadapi kerugian yang signifikan selama penutupan, tetapi manajemen masih tetap ingin mendukung pekerja. Mereka mengadakan pertemuan yang pesertanya merupakan tiga pihak, termasuk manajemen pabrik, pekerja dan perwakilan serikat pekerja untuk membahas penyesuaian gaji dan kompensasi tambahan. Pabrik kemudian menggunakan WOVO untuk mengumumkan perubahan tersebut. Ini membantu meyakinkan pekerja yang khawatir untuk kembali bahwa kebutuhan mereka akan terpenuhi. Menggunakan Survei Pekerja untuk Lebih Memahami Kebutuhan Pekerja Menggunakan fitur Survei Pekerja dari WOVO, manajemen mengirimkan survei untuk memahami status vaksinasi pekerja, kesehatan secara umum, dan rencana untuk kembali ke pabrik. Setelah survei, manajemen mampu: Membuat rencana lebih baik untuk produksi dan kompensasi Mampu membantu pekerja yang tidak memiliki akses ke vaksin mendapatkan akses Membantu Pekerja Mendapatkan Akses ke Vaksin Untuk mendukung pekerja kembali bekerja, pabrik menghubungi puskesmas setempat dan mengatur jadwal vaksinasi bagi pekerja yang tidak bisa mendapatkan akses di kampung halaman mereka. Hasilnya, 95% pekerja divaksinasi lengkap dan 80% dapat menerima suntikan ke-4, memungkinkan mereka kembali bekerja lebih cepat + lebih aman. Saling menguntungkan. Peningkatan Hasil yang jelas bagi Pekerja+ Pengembalian finansial yang jelas bagi Pabrik. Pabrik yang menggunakan WOVO mampu memastikan keselamatan pekerja, mengatasi kekhawatiran kerugian finansial dan membuat pekerja lebih cepat kembali bekerja. Pekerja merasa didengar, didukung, dan dilibatkan. Pabrik yang menggunakan WOVO dapat lebih cepat kembali ke tingkat produksi sebelum pandemi dan memenuhi kebutuhan klien.

bottom of page